Jumat, 23 September 2016

Baju Seragam Sebaiknya Tidak Diwajibkan

Seragam adalah sebuah simbol untuk mengetahui identitas seseorang termasuk mereka yang  menjadi pelajar. Namun, dibeberapa negara yang tingkat pendidikannya tinggi, mereka tidak menjadikan seragam adalah hal yang wajib. Indonesia adalah negara yang mewajibkan pelajar menggunakan baju seragam, mulai putih-merah, putih biru hingga putih abu-abu. Pro dan Kontra pun terjadi, wajib atau tidaknya baju seragam bagi pelajar di Indonesia. Dan berikut ini adalah tulisan yang di tulis oleh pelajar sendiri untuk mengungkapkan pendapatnya mengenai masalah baju seragam.
Indonesia itu negeri yang kaya! terkecuali orang-orang yang terpojok dalam kemiskinan akibat koruptor, ilmu yang kurang, pemalas, hanya berfikir uang, dan kurang kasih sayang . Membeli sebuah pulpen saja harus menabung berhari-hari, apa lagi harus membeli baju seragam. Kapan negeri ini maju kalau penduduknya tidak mau belajar? lebih baik uang itu untuk membeli buku pelajaran dari pada harus membeli baju seragam. Rakyat akan semakin berfikir uang sebaiknya tidak untuk beli baju seragam, sehingga sekolah bagi mereka bukan hal yang dibutuhkan.
Kaya – miskin bukanlah halangan untuk berpakaian bebas di sekolah. Sebaiknya murid harus diajarkan hidup apa adanya dan tidak sombong. Pelajar harus menggunakan pakaian yang sopan  dan tidak berlebihan sehingga yang lain tidak merasa iri atau rendah diri. Apa pun kasta yang dimiliki seseorang tidak dapat melewati sebuah ilmu yang dimiliki.
Kemudian jika baju seragam ternodai oleh lumpur atau kotoran lain akan menyusahkan orang tua. Apa lagi jika besok harus menggunakan pakaian tersebut. Ibu akan memarahi kita karena dia akan mencucinya untuk kita besok. Hal ini jelas akan membuat orang tua menjadi keberatan untuk mencuci baju seragam. Padahal kita ingin bereksplorasi, butuh percobaan kotor-kotoran yang dilakukan. Sudah pantasnya kita kembali ke Alam, bebas! Hal ini akan membuat generasi penerus  menjadi lebih aktif dan berfikir nasionalisme, karena Indonesia adalah alam yang besar.
Lagi pula, baju seragam itu hanya di gunakan saat sekolah saja. Ketika sudah lulus SMA, para pelajar akan mencoret-coret baju tanda bahwa mereka sudah lulus. Padahal itu tidak ada gunanya membuang-buang apa yang sudah terjadi dan cita-cita mereka sejatinya belum terselesaikan. Jika baju itu diserahkan kepada orang-lain, Baju sudah bewarna kusam dan kotor tidak terlalu layak di pakai karena sudah terlalu lama menjadi saksi sejarah panjang dalam mencari ilmu yang digunakan mantan pengguna. Sehingga baju tersebut di buang tak berdaya. Sehingga lebih baik tidak usah aja ada baju seragam.
Namun, baju seragam juga memiliki fungsi yang positif buat pelajar. Baju seragam akan menuntun kita untuk selalu disiplin. Bersama teman-teman yang lain untuk kompak dalam segi kerapian, kesiapan, perlengkapan dan lain-lain. Jika kita tidak kompak maka akan timbul perbedaan dan merasa malu. Belum lagi jika ada upacara bendera. Jika menggunakan baju bebas maka akan terihat tidak rapi.
Hal itu emang bagus, mungkin sebaiknya baju seragam di gunakan saat hari upacara atau kegiatan outdoor saja. Tetapi tetap saja harus melihat keadaan ekonomi Indonesia yang makin lama semakin buruk. Tantangan ini amatlah besar bagi negara, megingat tingkat pendidikan Indonesia sangat rendah dibanding negara luar.
Wajib atau tidaknya itu tergantung pemerintah untuk mengurusi rakyatnya. Baju adalah baju dan kehormatan. Apapun bentuknya itu, orang-orang akan melihat dan menilai kita dari segi luar. Padahal orang itu sebenarnya dinilai dari usaha, bukan penampilan. Baju bukanlah hal yang penting, tetapi semua membutuhkan baju. Jika baju digunakan dalam bentuk yang sopan maka orang lain akan menghormati kita. Dan sebaliknya, maka orang lain akan menjahui.
Jika di Indonesia tetap mewajibkan pelajar menggunakan baju seragam maka semua akan terlihat sama, tidak ada perbedaan. Namun, apa bedanya pelajar dengan anak jalanan yang tidak bersekolah. Tentu pemerintah harus mengurusi semua itu. Seberapa besar ilmu yang dimiliki, lebih besar rasa untuk menghargai setiap orang. Ilmu tidak penting jika kita tidak pernah berbagi. Orang miskin juga punya hak untuk bersekolah.